Rasulullah saw bersabda: " Kami adalah orang yang tidak makan, kecuali setelah lapar, dan bila makan, kami tidak sampai kenyang"
"Tidaklah anak cucu Adam mengisi wadah yang lebih buruk dari perutnya. Sebenarnya beberapa suap saja sudah cukup untuk menegakkan tulang ruduknya. kalau toh, dia harus mengisinya, maka sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga lagi untuk bernafas (HR.Turmudzi, Ibnu Majah dan Muslim)
"Makanan satu orang cukup untuk dua orang, makanan dua orang cukup untuk empat orang, dan makanan empat orang sebenarnya cukup untuk 8 orang." (HR.Bukhari, Muslim, Ibnu Majah, Ahmad dan Darimi) "Sesungguhnya termasuk sikap berlebih-lebihan bila kamu memakan segala sesuatu yang kamu inginkan" (HR. Ibnu Majah)
Berikut ini beberapa etika Islam yang harus selalu diperhatikan saat makan dan minum:
1. Membaca Basmallah sebelum makan, sambil mensyukuri rezeki dari Allah, dan meyakini bahwa makanan ini bukan tujuan akhir, tapi hanya sebagai sarana untuk berbuat taat pada Allah, memakmurkan bumi dan menaburinya dengan kebaikan dan perbaikan.
2. Mencuci tangan sebelum dan sesudah makan. Nabi bersabda: " Barangsiapa tertidur sedang di kedua tangannya terdapat bekas lemak, lalu ketika bangun pagi dia sudah menderita suatu penyakit, maka hendaklah dia tidak mencela kecuali dirinya sendiri"
3. Islam memerintahkan untuk bersikap sederhana dan seimbang dalam mengkonsumsi makanan, sekaligus menjauhi sikap berlebih2an dan rakus.
4. Islam menganjurkan untuk makan dengan tiga jari, ini berarti bersikap pertengahan dan seimbang. Dan makan dengan tangan kanan.
5. Rasulullah melarang seseorang makan sambil bersandar, karena hal itu akan membahayakan kesehatan dan mengganggu pencernaan di lambung.
6. Minum dengan tiga kali tegukan. Minum ini dilakukan sambil duduk dan tidak bernafas dalam gelas.
7. Makan bersama2 dan tidak sendiri2. Hal itu menyebarkan sekaligus menciptakan suasana penuh kasih sayang dan rasa saling mencintai.
8. Tidak menyisakan makanan di piring, bahkan kita dianjurkan untuk menjilati sisa makanan yang ada di jari2 tangan. dan jika ada makanan jatuh hendaknya dipungut dibersihkan dan dimakan kembali.
9. Setelah makan, bacalah Hamdallah dan doa sesudah makan.
10. Dianjurkan juga makan sambil berbincang dan tidak diam. Hal itu dimaksudkan untuk menciptakan suasana relaks dan menyenangkan saat makan.
9. Menghormati budaya dan tradisi makan yang ada di tempat kita makan. dan tidak boleh menghina atau membenci satu jenis makanan tertentu, walaupun makanan itu diluar kebiasaan
10. Bersikap lembut ketika mengurus orang sakit serta tidak memaksanya untuk makan makanan tertentu
11. menjaga perasaan orang lain saat makan, diantaranya tidak membelakanginya.
12. Mendahulukan makan buah2an sebelum makan daging, sebagai upaya untuk mengikuti apa yang dilakukan oleh para penghuni surga: "Dan buah2an dari apa yang mereka pilih dan daging burung dari apa yang mereka inginkan: (Q.S al-Waqi'ah:20-21)
Subhanallah !! Penelitian membuktikan bahwa makan buah terlebih dulu memancing lambung untuk segera mengeluarkan getah lambung yang akan sangat membantu dalam proses pencernaan.
Puasa juga sebagai detoks.. Kesehatan itu bermula dari perut.. Kesehatan China juga bilang begitu.
Cara Makan Sehat ala Rasul saw
Min sorihil iman, ahibbu ma yuhibbuhurrosul SAW. Demikian Prof. Dr. Musthofa
Romadlon memulai ceramahnya. Beliau menyitir ucapan salah seorang tokoh
pergerakan tersebut, untuk memuqoddimahi muhadlorohnya tentang ghidza`unnabiy,
atau menu dan tatacara makan Rasulullah SAW, di Wisma Nusantara tempo hari.
Saya pribadi berpendapat bahwa acara tersebut merupakan salah satu yang paling
ilmiah yang pernah saya temui, karena tujuannya sangat spektakuler;
menghidupkan sunnah Rasulullah yang hampir dilupakan orang!
Dalam setiap aktifitas dan pola hidupnya, Rasulullah memang sudah disiapkan
untuk menjadi contoh teladan bagi semua manusia., termasuk dalam hal pola
makan. Memang sih, hanya urusan makanan. Tetapi kalau dengan pola makan
tersebut, Rasulullah kemudian memiliki tubuh yang sehat, kuat, dan sanggup
mengalahkan para pegulat, tampaknya kita harus mikir lagi untuk mengatakan
hanya. Ini bukan perkara remeh. Sebab salah satu faktor penting penunjang fisik
prima Rasulullah adalah kecerdasan beliau dalam memilih menu makanan dan
mengatur pola konsumsinya.
Selama ini kita mengenal dua bentuk pengobatan. Pengobatan sebelum terjangkit
penyakit / pencegahan ( At thib Al wiqo`i), dan pengobatan setelah terjangkit
penyakit (at thib al `ilaji). Nah, dengan mencontoh pola makan Rasulullah, kita
sebenarnya sedang menjalani terapi pencegahan penyakit dengan makanan.
(attadawi bil ghidza`). Ini tentu jauh lebih baik daripada kita harus
berhubungan dengan obat-obat kimia.
Hal pertama yang menjadi menu keseharian Rasulullah adalah udara segar di subuh
hari. Sudah umum di ketahui bahwa udara pagi kaya dengan oksigen dan belum
terkotori oleh zat-zat lain. Ini ternyata sangat besar pengaruhnya terhadap
vitalitas seseorang dalam aktifitasnya selama sehari penuh. Maka tidak usah
heran ketika kita tidak bangun di subuh hari, kita menjadi terasa begitu malas
untuk beraktifitas. Selanjutnya rasulullah menggunakan siwak untuk menjaga
kesehatan mulut dan giginya.
Lepas dari subuh, Rasulullah membuka menu sarapannya dengan segelas air yang
dicampur dengan sesendok madu asli. Khasiatnya luar biasa. Dalam Al qur`an,
kata syifa / kesembuhan, yang dihasilkan oleh madu, diungkapkan dengan isim
nakiroh, yang berarti umum, menyeluruh. Di tinjau dari ilmu kesehatan, madu
befungsi membersihkan lambung, mengaktifkan usus-usus, menyembuhkan sembelit,
wasir dan peradangan. Dalam istilah orang arab, madu dikenal dengan al hafidz
al amin, karena bisa menyembuhkan luka bakar.
Masuk waktu dluha, Rasulullah selalu makan tujuh butir kurma ajwa`/matang.
Sabda beliau, barang siapa yang makan tujuh butir korma, maka akan terlindungi
dari racun. Dan ini terbukti ketika seorang wanita yahudi menaruh racun dalam
makanan Rasulullah dalam sebuah percobaan pembunuhan di perang khaibar, racun
yang tertelan oleh beliau kemudian bisa dinetralisir oleh zat-zat yang
terkandung dalam kurma. Bisyir ibnu al Barra`, salah seorang sahabat yang ikut
makan racun tersebut, akhirnya meninggal. Tetapi Rasulullah selamat. Apa
rahasianya? Tujuh butir kurma!
Dalam sebuah penelitian di Mesir, penyakit kanker ternyata tidak menyebar ke
daerah-daerah yang penduduknya banyak mengkonsumsi kurma. Belakangan terbukti
bahwa kurma memiliki zat-zat yang bisa mematikan sel-sel kanker. Maka tidak
perlu heran kalau Allah menyuruh Maryam ra, untuk makan kurma disaat
kehamilannya. Sebab memang itu bagus untuk kesehatan janin.
Dahulu, Rasulullah selalu berbuka puasa dengan segelas susu dan korma, kemudian
sholat maghrib. Kedua jenis makanan itu kaya dengan glukosa, sehingga langsung
menggantikan zat-zat gula yang kering setelah seharian berpuasa. Glukosa itu
suadah cukup mengenyangkan, sehingga setelah sholat maghrib, tidak akan
berlebihan apabila bermaksud untuk makan lagi.
Menjelang sore hari, menu Rasulullah selanjutnya adalah cuka dan minyak zaitun.
Tentu saja bukan cuma cuka dan minyak zaitunnya saja, tetapi di konsumsi dengan
makanan pokok, seperti roti misalnya. Manfaatnya banyak sekali, diantaranya
mencegah lemah tulang dan kepikunan di hari tua, melancarkan sembelit,
menghancurkan kolesterol dan memperlancar pencernaan. Ia juga berfungsi untuk
menncegah kanker dan menjaga suhu tubuh di musim dingin.
Ada kisah menarik sehubungan dengan buah tin dan zaitun, yang Allah bersumpah
dengan keduanya. Dalam alquran, kata at tin hanya ada satu kali, sedangkan kata
az zaytun di ulang sampai tujuh kali. Seorang ahli kemudian melakukan
penelitian, yang kesimpulannya, jika zat-zat yang terkandung dalam tin dan
zaitun berkumpul dalam tubuh manusia dengan perbandingan 1:7, maka akan
menghasilkan ahsni taqwim, atau tubuh yang sempurna, sebagaimana tercantum
dalam surat at tin. Subhanallah! Syaikh Ahmad Yasin adalah salah seorang yang
rutin mengkonsumsi jenis makanan ini, sehingga wajarlah beliau tetap sehat,
kuat dan begitu menggentarkan para yahudi, meskipun lumpuh sejak kecil. Kalau
saja beliau tidak lumpuh, barangkali sudah habis para yahudi Israel itu.
Di malam hari, menu utama Rasulullah adalah sayur-sayuran. Beberapa riwayat
mengatakan, belaiau selalu mengkonsumsi sana al makki dan sanut. Anda kenal
nama tersebut? Di mesir, kata Dr. Musthofa, keduanya mirip dengan sabbath dan
ba`dunis. Masih tidak kenal juga? Dr. Musthofa kemudian menjelaskan, secara
umum sayur-sayuran memiliki kandungan zat dan fungsi yang sama, yaitu
memperkuat daya tahan tubuh dan melindunginya dari serangan penyakit. Jadi,
asalkan namanya sayuran, sepanjang itu halal, Insya Allah bergizi tinggi. Maka,
para penggemar kangkung dan bayam tidak usah panik. Para pedagang tauge juga
tidak perlu pindah haluan. OK?
Disamping menu wajib di atas, ada beberapa jenis makanan yang disukai
Rasulullah tetapi beliau tidak rutin mengkonsumsinya. Diantaranya tsarid, yaitu
campuran antara roti dan daging dengan kuah air masak. Jadi ya kira-kira
seperti bubur ayam begitulah. Kemudian beliau juga senang makan buah yaqthin
atau labu manis, yang terbukti bisa mencegah penyakit gula. Kemudian beliau
juga senang makan anggur dan hilbah.
Sekarang masuk pada tata cara mengkonsumsinya. Ini tidak kalah pentingnya
dengan pemilihan menu. Sebab setinggi apapun gizinya, kalau pola konsumsinya
tidak teratur, akan buruk juga akibatnya. Yang paling penting adalah
menghindari isrof, atau berlebihan. Kata Rasulullah, cukuplah bagi manusia itu
beberapa suap makanan, kalaupun harus makan, maka sepertiga untuk makanannya,
sepertiga untuk air minumnya dan sepertiga lagi untuk nafasnya (al hadis).
Ketika seseorang terlalu banyak makanannya, maka lambungnya akan penuh dan
pernafasannya tidak bagus, sehingga zat-zat yang terkandung dalam makanan
tersebut menjadi tidak berfungsi dengan baik. Imbasnya, kondisi fisik menjadi
tidak prima, dan aktifitaspun tidak akan maksimal. Dr. Musthofa menekankan
bahwa assyab`u ,yang berarti kenyang itu bukan al imtila` , atau memenuhi.
Tetapi kenyang adalah tercukupinya tubuh oleh zat-zat yang dibutuhkannya,
sesuai dengan proporsi dan ukurannya. Jadi ini penting; jangan kekenyangan!
Kemudian Rasulullah juga melarang untuk idkhol at thoam alatthoam, alias makan
lagi sesudah kenyang. Suatu hari, di masa setelah wafatnya rasulullah, para
sahabat mengunjungi Aisyah ra. Waktu itu daulah islamiyah sudah sedemikian luas
dan makmur. Lalu, sambil menunggu Aisyah ra, para sahabat, yang sudah menjadi
orang-orang kaya, saling bercerita tentang menu makanan mereka yang meningkat
dan bermacam-macam. Aisyah ra, yang mendengar hal itu tiba-tiba menangis.
“apa yang membuatmu menangis, wahai bunda? tanya para sahabat. Aisyah ra lalu
menjawab, dahulu Rasulullah tidak pernah mengenyangkan perutnya dengan dua
jenis makanan. Ketika sudah kenyang dengan roti, beliau tidak akan makan kurma,
dan ketika sudah kenyang dengan kurma, beliau tidak akan makan roti. Dan
penelitian membuktikan bahwa berkumpulnya berjenis-jenis makanan dalam perut
telah melahirkan bermacam-macam penyakit. Maka sebaiknya jangan gampang tergoda
untuk makan lagi, kalau sudah yakin bahwa anda sudah kenyang.
Yang selanjutnya , rasulullah tidak makan dua jenis makanan panas atau dua
jenis makanan yang dingin secara bersamaan. Beliau juga tidak makan ikan dan
daging dalam satu waktu dan juga tidak langsung tidur setelah makan malam,
karena tidak baik bagi jantung. Beliau juga meminimalisir dalam mengkonsumsi
daging, sebab terlalu banyak daging akan berakibat buruk pada persendian dan
ginjal. Pesan Umar ra Jangan kau jadikan perutmu sebagai kuburan bagi
hewan-hewan ternak!. Ayam, kambing, lembu, kerbau semuanya masuk. Kan kasihan
tuh, tetangga nggak kebagian. Hehehe nggak ding! Maksudnya itu tidak baik bagi
kesehatan.
Jadi begitu, saudara-saudara. Ini barangkali baru sedikit. Masih banyak pola
hidup sehat ala Rasulullah yang bisa kita pelajari. Kali ini, Dr. Musthofa
memang khusus membahas menu makan dan cara mengkonsumsinya. Dari sini kita bisa
tahu bahwa ternyata Rasulullah sangat memperhatikan masalah gizi dan menu
makanan. Dan di tengah mengaburnya semangat untuk mengikuti sunnah rasul, ini
bisa menjadi spirit untuk memulai menghidupkannya kembali. Apalagi menu-menu
tersebut terbukti bisa dipertanggungjawabkan secara kesehatan. Nah, masih
kurang ilmiah?
(disarikan dari Ceramah Umum ghidza`unnabi oleh Prof. Dr. Musthofa Romadlon di
Wisma Nusantara, Kairo. Mesir)tulisan ini ditulis oleh Muhammad As'ad Mahmud,
Lc.
www.bangdha.multiply.com
Seperti janji saya, pengen berbagi sedikit informasi/pengetahuan yang saya dapat dari buku yang saya beli dari hasil dolan beberapa waktu lalu. Dalam buku “Panduan Diet ala Rasulullah” karya Indra Kusumah SKL, S.Psi dijelaskan mengenai pola hidup sehat sehari-hari ala Rasul. Ternyata, pola makan (termasuk dalam pola hidup sehat) Rasulullah merupakan salah satu aspek kehidupan yang patut kita tiru dari beliau. Beliau terbukti memilki tubuh yang sehat, kuat, dan bugar.
Adapun gambaran pola hidup sehat Rasulullah yang digambarkan oleh Prof. Dr. Mustofa Romadhon berdasarkan berbagai riwayat yang bisa dipercaya, adalah sebagai berikut :
Beliau bangun sebelum subuh untuk Qiymul lail, sehingga asupan awal ke tubuh beliau adalah udara sepertiga malam terakhir. Para pakar kesehatan menyatakan bahwa udara pada waktu ini sangat kaya akan oksigen, sehingga sangat bermanfaat untuk optimalisasi metabolisme tubuh, yang berpengaruh terhadap vitalitas seseorang dalam aktivitasnya sehari penuh. Itulah sebabnya orang yang yang memulai aktivitas dengan bangun subuh, biasanya menjalani hari dengan penuh semangat dan optimis.
Di pagi hari, Beliau menggunakan siwak untuk kesehatan mulut dan giginya. Siwak mengandung fluor alami yang sangat bermanfaat untuk kesehatan gigi dan gusi. Saat ini, ekstrak siwak dapat kita temui dalam pasta gigi, sehingga mudah untuk kita gunakan
Rasulullah membuka menu sarapannya dengan segelas air dingin dicampur sesendok madu asli yang luar biasa khasiatnya. Dalam Al-Quran, madu merupakan syifaa(obat) isim nakhiroh(menyeluruh) atas berbagai penyakit. Madu juga mengandung mikronutrisi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh.
Masuk waktu dhuha(pagi menjelang siang), Rasulullah senantiasa mengonsumsi tujuh butir kurma ajwa’ (matang). Rasulullah pernah bersabda, “ Barang siapa makan tujuh butir kurma, maka akan terlindung dari racun”.
Menjelang sore hari, menu Rasulullah adalah cuka dan minyak zaitun yang dikonsumsi dengan makanan pokok seperti roti. Manfaatnya, diantaranya : mencegah lemah tulang, mencegah kepikunan, melancarkan sembelit, menghancurkan kolesterol, melancarkan perncernaan, dll.
Di malam hari, menu utma makan malam Rasulullah adalah sayur-sayuran. Secara umum, sayuran mengandung zat dan fungsi yang sama, yaitu menguatkan daya tahan tubuh dan melindunginya dari serangan penyakit.
Setelah makan, Beliau tidak langsung tidur. Beliau beraktivitas dahulu sehingga makanan yang dikonsumsi masuk ke lambung dengan cepat dan mudah dicerna. Rasulu pernah bersabda, “cairkan makanan kalian dengan berdzikir kepada Allah SWT dan sholat, serta janganlah kalian langsung tidur setelah makan, karena dapat membuat hati kalian menjadi keras” (HR. Abu Nu’aim dari Aisyah r.a)
Beberapa jenis makanan yang disukai Rasulullah tetapi Beliau tidak rutin mengkonsumsinya antara lain : tsarid (campuran roti daging dengan kuah air masak), buah yaqthin (labu air), buah anggur, dan hilbah (susu).
Rasulullah sering menyempatkan diri berolahraga, terkadang sambil bermain dengan anak dan cucunya. Olahraga diakui oleh para pakar kesehatan sangat bermanfaat bagi tubuh
Rasulullah tidak menganjurkan umatnya untuk bergadang. Beliau tidak menyukai berbincang dan makan sesudah waktu isya. Beliau tidur lebih awal supaya bisa bangun lebih pagi. Karena istirahat yang cukup, seperti tidur yang merupakan hak tubuh, dibutuhkan oleh tubuh.
Inti pola konsumsi Rasulullah adalah menghindari isrof (berlebihan) dalam makan dan minum. Beliau tidak pernah melakukan idkhol at thoam ‘ala thoam (makan lagi sesudah kenyang). Prof. Dr. Musthofa menekankan bahwa assyab’u (kenyang) bukanlah al imtila’ (memenuhi perut dengan makanan. Kenyang yang sebenarnya adalah tercukupinya tubuh oleh zat-zat yang dibutuhkannya sesuai dengan proporsi dan ukurannya
Berdasarkan riwayat, Aisyah r.a. pernah mengatakan, “ Dahulu Rasulullah saw tidak pernah mengenyangkan perutnya dengan dua jenis makanan. Ketika sudah kenyang dengan roti, beliau tidak akan makan kurma, dan ketika sudah kenyang dengan kurma, beliau tidak akan makan roti”. Penelitian membuktikan bahwa berkumpulnya makanan dalam perut telah melahirkan bermacam penyakit. Untuk itu, sangat penting bagi kita dalam mengkombinasikan makanan (food combining) dengan baik.
Well, itu tadi sedikit informasi mengenai pola hidup sehat Rasulullhttp://www.blogger.com/img/blank.gifah yang berkaitan dengan pola makan Beliau. Di tengah pudarnya semangat mengikuti sunnah Beliau, sedikit pengetahuan ini mudah-mudahan bisa menjadi spirit kita untuk memulai menghidupkannya kembali. Apalagi pola hidup tersebut terbukti bisa dipertanggungjawabkan secara medis.
So? Mari kita mulai merubah kebiasaan buruk pola hidup kita sama2. Saya juga sedang berusaha mengubah kebiasaan buruk saya. Like I always say, at the first U make habbits, at the last habbits make U
)