Sabtu, 30 Mei 2009

Peran Do'a Dalam Kehidupan Muslim

Oleh: Muhammad Hafidz

PENDAHULUAN
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS. 2:186)

Sudah menjadi fitrah manusia bahwa ia hidup selalu membutuhkan perlindungan dan pertolongan kepada yang Maha Kuasa, apalagi ia dalam kedudukannya sebagai makhluk dihadapan Khaliknya (Penciptanya). Karena tabi’at manusia itu lemah dan tak berdaya ( dari semua segi). Kelemahan dan ketidak berdayaan tersebut bisa ditanggulangi jika manusia mendekat dan menyandarkan dirinya serta berlindung kepada yang Maha Kuasa. Karena hakekat kekuatan itu secara lahir dan batin bersumber dari-Nya.
Dalam hal ini banyak kejadian kongkrit yang dialami manusia sepanjang hidupnya yang menunjukkan bahwa manusia tidak bisa lepas dari pertolongan Allah SWT. Sebagai contoh, manakala sebuah kapal sedang berlayar di tengah lautan. Tiba-tiba secara tidak terduga datang badai topan dan gelombang yang sangat dahsyat yang menimpa kapal tersebut, sehingga pada saat itu kapal menjadi oleng dan hilang keseimbangan seakan-akan hendak karam. Dalam kondisi lemah dan tidak berdaya seperti ini manusia yang ada di dalam kapal tersebut baik yang beriman maupun yang kafir pasti semuanya takut, cemas dan khawatir karena membayangkankan nyawa mereka akan berakhir di tengah lautan tersebut.
Nah, di tengah-tengah ketidakberdayaan mereka itu terlontar dari bibir-bibir mereka sepenggal kalimat "Tuhanku…selamatkanlah aku". Sebuah ungkapan yang sangat ringkas namun cukup menjadi bukti, bahwa manusia selalu membutuhkan pertolongan dari Allah SWT. Hanya saja terkadang kesombongan mereka menutupi fitrah sucinya sendiri sehingga mereka melupakan Tuhan dan bahkan mengingkari-Nya. Allah SWT sendiri telah menegaskan tipe manusia seperti ini dalam firman-Nya :
Artinya : Dan apabila mereka dihantam ombak yang besar seperti gunung, mereka menyeru Allah dengan penuh keikhlasan kepada-Nya, maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai di daratan, lalu sebahagian mereka masih tetap menempuh jalan yang lurus. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami melainkan orang yang tidak setia lagi ingkar. (QS. Luqman : 32)
Sehubungan dengan kondisi manusia yang tidak dapat terpisah dari Tuhannya, maka manusia perlu mendekatkan diri kepada-Nya dengan menyembah dan mengingat-Nya di setiap waktu dan tempat. Sedangkan diantara wasilah (cara) pendekatan diri tersebut adalah dengan do’a. Sebab dengan berdo’a membuktikan penghambaan manusia kepada Allah SWT. Dan orang yang selalu berdo’a berarti ia mengetahui hakekat dirinya dan hakekat Penciptanya yang patut disembah dan ditaati. Seperti ungkapan seorang ulama salaf: Siapa yang mengenal dirinya pasti ia mengenal Tuhannya.
Dalam kesempatan ini penulis mencoba memaparkan berbagai hal yang berkaitan dengan do’a seperti faedah do’a, hakekat dari do’a itu sendiri, syarat-syarat do’a dll. Sehingga kita mendapat sedikit gambaran yang lebih jelas tentang do’a agar kita bisa menjadikannya sebagai prioritas amal soleh yang mampu melahirkan kekuatan ruhaniyah dalam mengarungi kehidupan dunia yang fana ini.

ARTI DAN KEUTAMAAN DO’A
A. Arti Do’a
Kata do’a diambil dari Bahasa Arab yang merupakan sebuah kata jadian (masdar) dari kata kerja "Da’aa", yang secara etimologi berarti seruan, panggilan, ajakan atau permintaan. Adapun ditinjau dari segi terminologi, do’a adalah memohon kepada Allah SWT dengan meminta kebaikan dari sisinya dengan ketulusan hati dan penuh pengharapan. Dan arti seperti ini telah dijelaskan oleh Allah dalam beberapa tempat di al-Qur’an, sebagaimana Firman Allah SWT: Dan Tuhanmu berfirman : " Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembahku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina". ( QS. Ghafir : 60 ).
B. Keutamaan Do’a
Diantara keutamaan do’a dalam kehidupan muslim adalah :
1. Do’a merupakan tali penyambung yang kokoh sebagai penyambung antara seorang hamba dan Rabbnya. Hubungan yang kontinyu dan dinamis ini akan melahirkan ketenangan batin pada diri hamba tersebut, karena ia merasa memiliki kekuatan yang besar diluar kekuatan dirinya. Ketika ia kesulitan dalam mencari rezekinya, ia merasa Rabbnya adalah Maha Pemberi Rezeki yang pasti akan memberi rizki kepadanya. Ketika hatinya gundah gulana, ia merasa Rabbnya adalah sumber segala pemberi ketenangan. Dan begitu juga tartkala ia merasa takut karena ancaman seseorang atau makhluk lain, ia merasa Rabbnya Maha Kuat lagi Maha Kuasa yang akan memberi perlindungan kepadanya. Perasaan optimis yang timbul tersebut akan menjadikannya merasa aman dan bahagia dunia akhirat, karena ia hidup dalam pengawasan Allah SWT. Firman Allah SWT :
( Yaitu ) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati itu akan menjadi tenang ( QS. ar-Ra’du :28 ).
2. Do’a merupakan suatu bentuk ibadah kepada Allah, sebagaimana hadits Rasulullah SAW yang berbunyi :
Dari Nu’man bin Basyir ra. berkata, telah berkata Rasulullah SAW :" Do’a itu adalah Ibadah, kemudian beliau membaca (Allah SWT berfirman, berdo’alah kepada-Ku niscaya akan Ku kabulkan) ( Diriwayat oleh ash-habussunan dan al-Hakim ).
3. Do’a juga merupakan suatu bentuk dzikir kepada Allah SWT, dan orang-orang yang senantiasa berdzikir kepada Allah dengan khusyu’ serta ikhlas akan mendapatkan ampunan dan pahala yang besar dari Allah SWT sebagaimana firman Allah SWT: …Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut nama Allah, Allah akan menyediakan untuk mereka pahala yang besar ( QS. al-Ahzab : 35).
ADAB-ADAB BERDO’A
Adapun diantara adab-adab berdo’a adalah :
1. Memilih waktu-waktu yang afdhal (utama) seperti :
A. Hari Arafah
Hari Arafah (tanggal 9 Dzulhijjah) merupakan salah satu waktu afdhal untuk berdo’a karena pada hari ini Kaum muslimin dari seluruh penjuru dunia berkumpul disatu tempat (Padang Arafah) untuk menunaikan satu kewajiban suci sebagaimana yang telah diperintahkan oleh Allah SWT. Nabi Muhammad SAW telah menjelaskan tentang keutamaan hari Arafah dalam beberapa hadits di-antaranya:
Dari Jabir bin Abdillah r.a. bahwa Rasulullah SAW bersabda:(Tidak ada hari yang lebih utama disisi Allah selain hari Arafah…) Diriwayatkan oleh Abu Ya’la dan al.-Bazzar dan Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban.
B. Bulan Ramadhan.
Bulan Ramadhan merupakan bulan yang terbaik diantara beberapa bulan yang ada. Di bulan ini Allah membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu-pintu neraka serta membelenggu para syaithan, disamping itu juga pada bulan ini terdapat didalamnya salah satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan ( Lailatul Qadar), Sehingga apabila kita berdo’a pada bulan ini apalagi pada malam Lailatul Qadar akan diterima oleh Allah SWT, sebagaimana Hadits Rasulullah SAW yang berbunyi :
Dari Abu Hurairah ra Bahwasannya Rasulullah SAW bersabda :"Barang siapa yang shalat tahajjud pada saat Lailatul Qadar karena iman dan ingin mengharapkan pahala maka dosa-dosanya yang terdahulu akan diampuni. (Hadits Riwayat Imam Bukhori dan Muslim).
C. Hari Jum’at. Sebagaimana Hadits Rasulullah SAW yang berbunyi :
Dari Abi Hurairah r.a. Bahwasannya Rasulullah SAW bersabda : " Sebaik-baik hari pada saat terbitnya matahari adalah hari jum’at, di hari ini Allah menciptakan adam AS, dan di hari ini pula Adam dimasukkan ke Sorga dan di hari ini juga Adam dikeluarkan dari padanya. Demikian juga tidak akan terjadi hari Kiamat kecuali pada hari Jum’at. ( HR. Muslim, Abu Dawud, Nasai dan Turmudzi )
D. Diwaktu sujud dalam shalat, sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Nabi Muhammad SAW dalam sebuah Hadits yang berbunyi :
Dari Abu hurairah ra dari Nabi Muhammad SAW bersabda : " Waktu yang paling dekat antara seorang hamba dengan Rabbnya adalah ketika ia sujud, maka banyakkanlah berdo’a ketika sujud karena Allah SWT pantas untuk menjawab do’amu.
2. Menghadap Kiblat dan mengangkat tangan. Hadits Rasulullah SAW :
Artinya : Dari Abdullah bin Zaid ra berkata :" Pada suatu hari Rasulullah SAW datang ke lapangan dan kemudian Sholat istisqo ( minta hujan ) lalu beliau berdoa minta turun hujan dengan menghadap kiblat. ( HR.Bukhori )
3. Mengawali do’a dengan memuji Allah SWT( baca: menyebut asmaul Husna ) dan shalawat kepada Rasulullah SAW.
4. Khusyu’ dan merendahkan diri dihadapan Allah ketika berdo’a.
Firman Allah SWT : " Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Dan janganlah kamu membuat kerusakan dimuka bumi, sesudah ( Allah ) memperbaikinya dan berdo’alah kepada-Nya dengan rasa takut ( tidak akan diterima ) dan harapan ( akan dikabulkan ). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.( QS.Al-A’raf: 55-56)
5. Mengambil bacaan do’a dalam al-Quran dan as -Sunnah.
6. Berdoa dengan meminta sesuatu yang diperkenankan oleh syariat dan hendaknya tidak berdo’a kepada Allah kejahatan untuk orang lain ( sesama Muslim ). Firman Allah SWT: "Dan manusia mendo’a untuk kejahatan sebagaimana ia mendo’a untuk kebaikan .Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa". ( QS.al-Isra’ :11).
SYARAT DITERIMANYA DOA
Berdo’a sebagaimana ibadah lainnya tidak akan diterima oleh Allah SWT kecuali telah memenuhi beberapa syarat, adapun diantara syarat-syarat untuk diterimanya do’a adalah sebagai berikut :
1. Banyak berdzikir, istighfar ( memohon ampun ) dan rasa takut kepada Allah SWT.
Ketiga hal ini sebagai upaya untuk menolak perbuatan keji dan munkar. Karena seorang muslim yang masih melakukan perbuatan keji dan munkar bahkan mendarah daging dalam jiwanya seperti ; judi, minum-minuman keras, korupsi, menganiaya sesama, meninggalkan kewajibannya kepada Allah dsb, niscaya semua itu menghalang doanya untuk diterima dihadapan Allah SWT. Sebagaimana Hadits Rasulullah SAW yang berbunyi :
" Dari Abu Hurairah ra. Bahwasannya Nabi SAW bersabda : "Seorang Muslim jika berbuat dosa maka dihatinya akan tercoreng oleh titik hitam dan jika ia bertaubat ( Kembali kejalan Allah ) ser-ta memohon ampun kepada-Nya maka bersihlah titik hitam itu dari hatinya. Dan jika ia menambah dosanya maka semakin banyaklah titik hitam dihatinya sehingga dapat menutupi keseluruhan hatinya". (HR. Turmudzi).
2. Menjauhi segala sesuatu yang diharamkan Allah SWT baik dari makanan,minuman,,perbuatan,dll.
Sebagaimana Firman Allah SWT : " Wahai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat dibumi dan Janganlah kamu mengikuti langkah-langklah setan karena sesungguhnya setan itu adalah musuh nyata bagi kamu. (QS al-Baqarah : 168).
Dan Hadits Rasulullah SAW : … Maka Sa’ad bin Abi Waqqosh berdiri seraya berkata :"Ya Rasulullah mohonlah kepada Allah agar permohonanku dikabulkankan. Maka Rasul berkata kepadanya : " Wahai Saad carilah makananmu dari sumber yang baik niscaya doamu dikabulkan. Demi Allah yang hidupku ditangan-Nya bahwasannya seseorang yang memakan sesuap dari barang yang haram maka tidak akan diterima amalnya selama empat puluh hari dan barang siapa saja yang tumbuh dagingnya dari barang yang haram serta riba maka nerakalah yang lebih pantas baginya.
FAEDAH DO’A
Adapun faedah dari do’a itu sendiri adalah :
1. Mengakui karunia Allah SWT yang berlimpah ruah kepada hambanya yang lemah, karena pada hakekatnya semua makhluk lemah dihadapan Allah SWT. Hal ini menunjukkan bahwa manusia sangat menggantungkan diri kepada karunia Allah. Salah satu contoh kecil kalau tidak karena karunia Allah niscaya seorang petani tidak mampu memanen hasil kebunnya yang sejak lama ditanamnya, demikian juga pedagang, dosen, dokter, dll. tidak akan sukses jika bukan karena karunia Allah SWT. Sebagaimana Firman Allah SWT :
Artinya : "Atau siapakah yang memperkenankan (do’a orang yang dalam kesulitan apabila ia berdo’a kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di muka bumi?. Apakah disamping Allah SWT ada tuhan yang lain?. Amat sedikitlah kamu mengingati-Nya. (QS. 27:62).
2. Mendidik manusia agar menjadi insan yang memiliki rasa malu dihadapan Allah SWT, karena ketika manusia meyakini bahwa Allah pasti akan mengabulkan permintaannya, maka akan timbul perasaan malu dihatinya manakala ia melanggar perintah tuhannya. Disisi lain doa bermanfaat sebagai lentera untuk menilai seorang
insan mana yang pandai bersyukur kepada Allah dan mana yang ingkar kepada nikmatnya. Firman Allah SWT:
Artinya : Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al-kitab : "Aku akan membuat singgasana itu kepadamu sebelum matamuy berkedip". Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu telah terletak dihadapannya, iapun berkata : "ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinnya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia". (Q.S. an-Naml:40).
3. Merubah keadaan manusia dari hidup dalam kegelapan dunia (nafsu dunia) kepada nikmat kehidupan ruhaniyah yang abadi (kehidupan akhirat). Karena do’a mengingatkan kita akan pentingnya hidup dalam jalur yang telah digariskan oleh Allah SWT. Seperti ungkapan Imam Ghazali : "Diantara faedah do’a adalah menghadirkan hati ketika berhadapan dengan Allah SWT dan kondisi ini merupakan puncak kekhusukan ibadah".
DO’A YANG LANGSUNG DIKABULKAN ALLAH SWT.
Setelah kita mengetahui faedah doa, adab berdo’a dan syarat-syarat diterimanya do’a, perlu juga kita ketahui bahwa diantara berbagai macam do’a yang dipanjatkan oleh seorang hamba kepada Allah, ada do’a yang langsung dikabulkan oleh Allah dan ada pula do’a yang tidak langsung dikabulkan oleh Allah SWT. Diantara do’a-do’a yang langsung dikabulkan sebagaimana yang digambarkan beberapa Hadits dibawah ini :
Hadits pertama :
Artinya : Dari Abu Hurairah ra berkata, bahwasannya Rasulullah SAW bersabda : "ada tiga do’a yang langsung diterima oleh Allah secara langsung yaitu do’a orang yang dianiyaya, do’a seorang musafir dan do’a orang tua terhadap anaknya." (Hadits riwayat Imam Turmudzi, Ahmad dan Abu Dawud).
Hadits kedua :
Artinya : Bahwasannya Nabi SAW bersabda : ada tiga jenis perkara yang tidak akan ditolak oleh Allah SWT yaitu do’a orang yang berpuasa sampai berbuka, do’a seorang pemimpin yang adil dan do’a orang yang dianiyaya. ( Hadits riwayat Turmudzi).
Hadits ketiga :
Artinya : Dari Abu Hurairah ra bahwasannya Nabi SAW bersabda :"doa seorang kawan kepada kawannya yang lain karena Allah dalam tempat yang berjauhan diterima oleh Allah SWT. ( Hadits riwayat Muslim).
Hadits keempat :
Artinya: Dari Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah SAW bersabda: Apabila seseorang diantara kamu wafat maka terputuslah semua amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shalih yang selalu mendo’akannya.(HR. Muslim)
Dari keempat hadits diatas tadi dapat disimpulkan, bahwa diantara do’a-do’a yang langsung diterima oleh Allah SWT adalah:
1. Do’a orang tua kepada anaknya.
Tentunya, yang sangat diharapkan oleh seseorang adalah supaya orang tuanya dapat dan selalu mendo’akan dirinya agar selamat di dunia dan akhirat. Dan bagi seorang anak haruslah ada kese-imbangan, yakni bila ia mengharapkan agar ia dido’akan oleh orang tuanya, maka ia juga harus dapat menjaga hati orang tuanya agar jangan sampai turun kebencian atau laknat terhadap dirinya, karena murkanya orang tua kepada anaknya adalah juga murkanya Allah SWT.

2. Do’a seorang musafir sampai ia kembali dari perjalanannya.
3. Do’a orang yang dianiaya.
Diantara ketinggian akhlak Islam adalah saling hormat-menghormati antara satu dengan yang lain. Tidak terfokus kepada manusia saja, namun juga kepada hewan dan tumbuh-tumbuhan. Sebab Islam sangat menghargai sekali hak-hak asasi. Islam juga mengajarkan kepada yang tua untuk menyayangi yang muda dan yang muda menghormati yang tua. Dan Islam sangatlah membenci setiap orang yang menganiaya orang lain, oleh karena itu Allah SWT mengabulkan do’a yang teraniaya sebagai rasa kasih sayang Allah SWT terhadap hambanya yang teraniaya tersebut. Dalam sebuah makna hadits Rasulullah SAW yang artinya: Takutlah do’a orang yang terdzalimi, karena antara dia dan Allah tidak ada hijab (pembatas).
4. Do’a orang yang berpuasa sampai ia berbuka puasa.
5. Do’a seorang pemimpin yang adil.
6. Do’a seorang sahabat kepada saudaranya di kejauhan yang keduanya saling berteman dan berkasih sayang hanya mengharap ridha Allah SWT semata.
7. Do’a anak shalih terhadap orang tuanya. Maka sudah menjadi tugas orang tua untuk dapat mengarahkan dan mendidik anaknya menjadi anak yang shalih agar nantinya apabila orang tua itu menemui ajalnya, maka anak tadilah yang akan terus mendo’akannya sebagaimana hadits Nabi diatas tadi. Adapun standart shalih disini adalah shalih dalam pandangan al-Qur’an dan as-Sunnah, bukan lah menurut standart ukuran manusia atau adat. Demikianlah beberapa kriteria dari golongan orang yang do’anya langsung diterima oleh Allah SWT.